Mudah Dilakukan! Eight Cara Menahan Emosi Pada Anak

Jadi pastikan Ibu selalu mengontrol diri ketika bicara dengan anak ya, jangan sampai meledak-ledak yang membuat situasi semakin tidak nyaman. Ketika si kecil butuh pelampiasan emosi, ia akan memberikan sinyal dengan melakukan sesuatu yang ia tahu nantinya akan orangtua hentikan, seperti menjambak rambut anak lain. Jika si batita mulai mengeluarkan amarah (menangis berguling-guling, melempar mainan atau memukul), pahami sikap negatif ini sebagai perilaku yang normal. Orangtua cenderung berteriak ketika anak-anak tidak mendengarkan nasihat kita. Bukan berarti ketika kita meninggikan intonasi suara, anak-anak mendengarkan dengan baik.

Membentak bisa merenggangkan hubungan orangtua dengan anak.Saat anak terlalu sering dibentak, dampaknya, anak bisa merasa sedih, malu, dan tidak disayang lagi. Sehingga, tak heran bila anak tidak mau terlalu dekat lagi dengan kita, orangtuanya. Apalagi, bila kita tidak mau mendengar alasan anak terlebih dahulu. Anak juga bisa merasa tidak dimengerti bahkan oleh orang terdekatnya sendiri, dalam hal ini, kita sebagai orangtuanya. Memukul, membentak, membanting barang dan tindakan kasar lainnya bisa menimbulkan trauma pada anak.

Pada umumnya, orang tua atau pendidik hanya menjadikan buku-buku psikologi sebagai referensi pendidikan bagi anak-anaknya. Jarang sekali diantara mereka yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan dalam menerapkan pendidikan. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alalmiin mempunyai metode dan cara yang spesifik untuk memperbaiki dan mendidik anak. Cara pendidikannya tentu disesuaikan dengan tingkatan umur dan kematangan berpikir anak tersebut. Untuk mengatasi hal demikian, kita sebagai orang tua harus bijak ketika mendidik anak. Ada saatnya kita memberinya kasih sayang dan memanjakannya, namun ada kalanya juga kita menegurnya tatkala anak melakukan suatu kesalahan.

Jika hal yang dibutuhkan adalah sesuatu yang positif, tak ada salahnya untuk merealisasikannya. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini sering terjadi pergolakan batin dan emosional sehingga tak heran jika banyak remaja yang mencoba mengeksplorasi berbagai hal baru yang menantang. Emosi pada remaja yang masih labil dan sering kali dipengaruhimood,membuat mereka rentan mengalami depresi. Pada saat-saat seperti ini, peran guru di sekolah dinilai sangat penting.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Semangat untuk mencontoh dan meniru gerak-gerik, gaya bahasa maupun bahasa tubuh orang lain terkadang menjadi hal yang sering dilakukan untuk menemukan dan mengenal siapa dirinya. Untuk itu, Wang menyarankan agar setiap orang tua belajar berkomunikasi dengan baik kepada anak-anaknya jika mereka nakal atau melakukan kesalahan, daripada hanya meneriaki dan membentaki mereka. Dari situ diketahui, ternyata partisipan berusia thirteen tahun yang pernah dibentak oleh kedua orang tuanya memperlihatkan lebih banyak gejala depresi ketika usia mereka beranjak menjadi 14 tahun. Mereka juga tampak lebih nakal di sekolah serta lebih sering ketahuan mencuri atau bertengkar dengan rekan-rekannya dibandingkan partisipan yang tidak pernah dibentak.

Buzz