Manasik Haji, Melatih Kesabaran Anak Usia Dini

Tetapi seiring dengan rutinnya Anda mengajarkan mereka untuk bersabar, mereka pun akan terbiasa dan lebih memahami konsepnya. Menjadi seorang ibu merupakan sebuah tantangan tersendiri. Apalagi dalam islam anak tentu memiliki kedudukan yang istimewa, sebab tidak semua pasangan suami istri mendapatkan keberuntungan untuk dapat menimang momongan. Supaya si Kecil bisa bersabar, Ibu juga perlu memberitahunya bahwa segala sesuatu tidak serta merta ada, termasuk MPASI atau makanan yang ia minta. Oleh sebab itu, usahakan untuk menunjukkan proses atau urutan untuk memenuhi permintaannya ya, Bu. Dengan memahami tahap-tahapan yang perlu Ibu lakukan sebelum memberikan setiap hal yang diinginkannya, si Kecil akan terlatih untuk lebih bersabar tiap kali meminta sesuatu.

Saat Bunda sedang menyiapkan makan malam, tiba-tiba anak datang dan mengajak bermain robot yang harus segera dituruti. Jelas sekali bahwa anak-anak masih belum memahami konsep sabar menunggu. Anak-anak memang identik dengan meninggalkan mainan dimana saja. Nah, untuk membentuk kepribadiannya maka sebaiknya Anda mulai mengajarkan si kecil untuk menaruh dan merapihkan mainannya sendiri. Ajarkan pada anak untuk meletakkan mainan di tempat yang seharusnya. Langkah sederhana ini bisa menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan kemandirian pada anak.

Penanaman nilai sikap terus diterapkan dalam bentuk pembiasaan yang direncanakan secara matang oleh satuan PAUD. Sikap yang diterapkan dimasukkan dalam RPPH atau dalam SOP. Cara ini membuat anak merasa dihargai dan tetap dipedulikan. Maka, ia pun harus menghargai Bunda yang sedang berbicara dengan orang lain.

Melatih kesabaran pada anak

Jangan selalu memberikan semua hal segera sesudah si kecil meminta sesuatu. “Biarkan ia merasakan ketidaknyamanan menunggu karena hal itu adalah upaya yang harus ditempuh supaya anak berubah menjadi lebih baik,” kata Dr. Osit. Dengan tidak memberikan jus secepatnya, misalnya, Anda akan membantu mereka mengatasi ketidaksabarannya. Mengelola emosi bisa dilakukan orangtua sebelum berinteraksi dengan anak, atau ketika tengah berinteraksi yang menguras emosi. Orangtua dihimbau untuk berhenti sejenak, melepaskan stres dengan cara-cara sederhana. Di sisi lain, orangtua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak tentang bagaimana mengelola emosi dengan baik.

Suasana dan lingkungan yang aman dan nyaman, perlu diciptakan dalam proses penanaman nilai-nilai sikap. Meskipun hasil kerja anak tidak rapi, tapi pekerjaannya patutlah diberikan apresiasi. Sebagai hadiah, janganlah segan-segan untuk memberikan pujian pada anak-anak. Tunjukkan bahwa kita bangga pada mereka karena telah mampu mengerjakannya sendiri dengan senang hati.

Tidak bisa menunggu giliran untuk bermain ayunan di taman bisa memengaruhi kemampuan balita untuk mendapatkan teman. Moms dapat mengajarkan kesabaran pada anak untuk mempersiapkan mereka mengelola waktu dalam hubungan yang bermakna dan tidak mudah menyerah. Menyibukkan diri bisa jadi cara efektif untuk mengelola emosi dan belajar sabar. Apalagi anak-anak biasanya gampang merasa cepat bosan, jadi sebagai orang tua kita perlu membantunya untuk berkreasi dan menyalurkan daya imajinasi dan kreativitasnya.

Mulai dari nutrisi, pendidikan, hingga membantu menggapai cita-cita si kecil. Sayangnya, tanpa disadari beberapa orangtua melampaui keinginan mereka terhadap anak-anaknya. Lakukan aktivitas lain dan biarkan si kecil menunggu beberapa detik. Berikan pujian pada si kecil, seperti “ini susu ternikmat di dunia untuk yang sedang belajar sabar”.

Tentunya alasan-alasan yang digunakan oleh orang tua harus rasional dan mampu dipahami anak. Mamas juga bisa melatih kesabaran Si Balita dengan mengajaknya bermain lego dan puzzle yang membutuhkan kesabaran. Kedua permainan ini membutuhkan proses dan dapat melatih kesabarannya. Tapi melatih kesabaran anak, terutama di usia balita tidak semudah itu. Karena Anak-anak pada usia balita memang belum mengenal konsep waktu sehingga mereka belum memiliki kemampuan untuk bersabar meskipun hanya sebentar saja. Oleh karena itu, perlu cara tepat untuk melatih kesabaran Anak.

Selain itu, hal tersebut bisa melatih kesabaran anak kita. Lakukan aktivitas bersama yang bisa melatih kesabaran anak. Misalnya dengan bercocok tanam atau menempel mozaik dengan kertas atau biji-bijian.

Ini adalah salah satu cara relaksasi yang paling sederhana. Lakukan rangkaian ini selama tiga hingga empat detik dan buat jeda sebelum Anda mengambil napas berikutnya. Umumnya anak akan merengek jika keinginannya tidak terpenuhi. Kalau begini jangan langsung memberikan apa yang dimintanya.

Buzz